cursor

Minggu, 13 Oktober 2013

Dosis Obat

Dosis adalah takaran obat yang diberikan kepada penderita/pasien dalam satuan berat ( g, mg, ug ) atau satuan isi ( liter, ml, ui (unit internasional ).

Dosis  : sejumlah obat yang diberikan satu kali atau selama jangka waktu tertentu.


Dosis medicinalis = Dosis lazim = Dosis terapeutik : sejumlah obat yang memberikan efek terapeutik pada penderita dewasa.

Dosis awal ( Loading Dose ) atau Dosis permulaan ( Initial Dose ) : Dosis obat untuk memulai terapi sehingga dapat mencapai konsentrasi terapeutik dalam tubuh yang menghasilkan efek klinis.

Dosis pemeliharaan ( Maintenance Dose ) adalah dosis obat yang diperlukan untuk memelihara mempertahankan efek klinik atau konsentrasi terapeutik obat yang sesuai dengan dosis regimen.


            Dosis lazim suatu obat dapat ditentukan sebagai jumlah yang dapat diharapkan menimbulkan efek pada pengobatan orang dewasa yang sesuai dengan gejalanya.
            Rentangan dosis lazim suatu obat menunjukkan perkisaran kuantitatif  atau jumlah obat yang dapat ditentukan dalam kerangka praktek pengobatan biasa. Untuk obat – obatan yang mungkin dipakai oleh anak – anak maka dosisya diturunkan dari dosis dewasa.
           Jadwal dosis atau aturanpemakaian sering dijelaskan dalam pustaka obat. misalnya beberapa macam obat paling baik diminum pada waktu tertentu (setiap 8 jam) dan waktu – waktu tertentu (sebelum tidur, sebelum makan, sesudah   makan).
           Dosis tunggal diberikan untuk beberapa macam obat dan dosis harian, untuk yang lainnya tergantung pada bahan obat, bentuk sediaan dan keadaan penyakit.

Faktor – faktor yang mempengaruhi dosis obat antara sebagai berikut  :



  • Umur         
Umur pasien merupakan suatu pertimbangan untuk menentukan dosis obat. Dosis obat memiliki kekhususan dalam perawatan neonatal (kelahiran baru), pasien pedriatik dan geriatik.
Dosis yang diperuntukan bagi pediatrik merupakan pecahan dari dosis orang dewasa. Tergantung pada umur pasien dan secara relative terhadap pasien yang lebih muda.



  • Berat Badan         
Dosis lazim secara umum dianggap cocok untuk orang dengan berat badan 70 kg (150 pound). Rasio antara jumlah obat yang digunakan dan ukuran tubuh mempengaruhi konsentarsi obat pada tempat kerjanya. Untuk itu dosis obat memerlukan penyesuaian dari dosis biasa untuk orang dewasa ke dosis yang tidak lazim, pasien kurus atau gemuk, penentuan dosis obat untuk pasien yang lebih muda, berdasarkan berat badan lebih tepat diandalkan dari pada yang mendasarkan kepada umur sepenuhnya.
         Dosis obat berdasarkan kepada berat badan, dinyatakan dalam milligram (obat) perkilogram (berat badan).



  • Luas Permukaan Tubuh         
Suatu formula untuk menentukan dosis anak berdasarkan pada luas permukaan tubuh yang relatif dari dosis orang dewasa sebagai berikut :

          a. Luas Permukaan tubuh anak 
          b. Luas Permukaan tubuh dewasa
          c. Luas permukaan perseorangan bisa ditentukan dari
              suatu monogram yang membuat skala tinggi, lebar,
             dan luas permukaan.


  • Jenis Kelamin        
Wanita dipandang lebih mudah terkena efek obat-obatan dari pada laki-laki, dan dalam beberapa hal perbedaan ini dianggap cukup memerlukan pengurangan dosis.
  • Status Patologi         
Efek obat-obatan tertentu dapat dimodifikasikan oleh kondidi patologi pasien dan harus dipertimbangkan dalam penentuan obat yang akan digunakan dan juga dosisnya yang tepat. Obat-obat yang memiliki potensi berbahaya tinggi pada suatu situasi terapentik tertentu hanya boleh dipakai apabila kemungkinan manfaatnya melebihi kemungkinan resikonya terhadap pasien, dan bila sudah tidak ada lainnya yang cocok dan kemungkinan keracunannya lebih rendah.
  • Toleransi  
 Kemampuan untuk memperpanjang pengaruh suatu obat, khususnya apabila dibutuhkan untuk pemakaian bahan yang terus menerus disebut toleransi obat. Efek toleransi obat ialah obat yang dosisnya harus ditambah untuk menjaga respon terapeutik tertentu. Untuk kebanyakan obat-obatan pengembang toleransi dapat diperkecil dengan cara memprakasai terapi dengan dosis efektifnya yang terendah dengan cara mencegah perpanjangan pemakaian.

  • Terapi dengan obat yangdiberikan secara bersamaan.
Efek-efek suatu obat dapat dimodifikasikan dengan pemberian obat lainnya secara bersamaan atau sebelumnya. Keterlibatan semacam ini antara obat-obatan dihubungkan atau dirujuk pada interaksi obat-obatan dan merupakan akibat interaksi obat-obatan secara fisik, kimiawi, atau karena terjadinya perubahan pada pola absorpsi, distribusi, metabolisme atau eksresi salah satu obat tersebut. Efek dari interaksi obat dapat bermanfaat dan mengganggu terapi.



  • Waktu Pemakaian         
Waktu ketika obat itu dipakai mempengaruhi dosisnya. Hal ini terutama pada terapi oral dalam hubungannya dengan makanan. Jadwal waktu yang tepat dari dosis obat merupakan suatu faktor penyakit dan kadar obat dalam tubuh yang diharapkan, sifat fisika kimia obat itu sendiri, rancangan bentuk sediaan dan derajat serta kecepatan absorpsi obat.
  • Dosis Anak          
Respon tubuh anak dan dewasa terhadap obat berbeda karena factor-faktor endogen dan eksogen.
Parameter pembeda dosis anak dan dewasa adalah :
1.Pola ADME (Absorpsi, Distribusi, Metabolisme dan Ekskresi )
2.Sensitivitas intrinsic berlainan terhadap bahan obat
3.Redistribusi dari zat-zat endogen
 
Cara menghitung dosis untuk anak-anak :

1. Berdasarkan umur

A. Rumus young (untuk anak <8 tahun)

DM anak ≥ 8thn = n/20 x Dosis maksimum dewasa

n : umur dalam tahun



B. Rumus dilling (untuk anak Besar-sama dengan 8 tahun)
DM anak ≥ 8 thn = n/20 x Dosis maksimum dewasa
  n : umur dalam tahun


C. Rumus Fried  (untuk bayi)

DM bayi (bulan) = n/150 x Dosis masimum dewasa

n : umur dalam bulan

2. Berdasarkan berat badan

Perhitungan dosis berdasarkan berat badan sebenarnya lebih tepat karna sesuai dengan kondisi pasien ketimbang umur yang terkadang tidak sesuai dengan berat badan, bila memungkinkan hitung dosis melalui berat badan



D. Rumus Thermich
DM = n/70 x Dosis maksimum dewasa
             

n : berat badan dalam kilogram


3. Rumus untuk menentukan persentase DM obat
Persentase DM sekali :

                              Takaran sekali dalam resep     x 100%
                                              DM sehari 


Persentase DM sehari :
Takaran obat sehari dalam resep     x 100 %
                                                             DM sehari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar